Lalaland Candy

    Image

Cast :

  • BAP’s Youngjae as Yoo Young Jae
  • Humairoh (temen author) as Park Min Hyo

Genre : Romance dan undetected (gajelas) *sigh*

Rate : PG-15

      ini FF autan persembahin buat temen autan yang kemaren ulang tahun. hehehe umai pibedey yak… hehehe gue baru inget waktu itu lu pernah minta bikinin ff yg castnya elu. oh iya. ini ff gaje nya banget banget. maap yak maklum bikinnya ngebut. hehehe once again! pibedey umaiiiiii :’)

disarankan sambil denger lagu With You sama Happy Birthday :D

“Jika hidup ini memang tidak manis. aku bisa membuatnya menjadi manis” (Min Hyo)

“aku yang bisa membuat hidup mu manis. Park Min Hyo” (Young Jae)

(^o^)(^o^)

Bintang nampak lebih sedikit dari biasanya seolah tau ada seorang gadis yang mengeram marah terhadap perlakuan sang malam. Tak adil menurutnya. malam itu lebih dingin dari biasanya bahkan sang langit sedikit demi sedikit mulai menurunkan butiran – butiran putih nya. Gadis itu masih menunggu. Dingin merasuki tubuhnya seolah Coat putih tebal juga syal merah yang dililitnya tak berguna. Kekesalannya memuncak kala ia tau jam taman menunjukkan pukul 10 malam. Namun orang yang ditunggunya tak juga datang. Ia mulai menggerak – gerakan telapaknya berlawanan, untuk menghangatkan sedikit bagian tubuhnya namun naas dingin masih mampu menembus perlawanannya. Kini tangannya bergerak menuju saku coat nya hanya untuk mengambil benda elektronik putih dari sana. Telunjuk cantiknya menyentuh layar handphone itu, sedikit malas. Sebuah foto seorang laki – laki yang sedang tersenyum menyambutnya hangat namun justru membuat kekesalannya semakin menjadi. “Hyak! Neo nappeunnim!! Awas kau!” Hardiknya mencelos begitu saja dari bibir nya yang mulai terlihat pucat. Boots kulit coklatnya nampak mengoyak tumpukan es seolah ingin menghancurkannya lebih lagi. “Kalau saja aku berani menghalangimu!!”

“Park Min Hyo-ssi…”
Min Hyo yang sadar akan datang nya seseorang pun melepas sebagian headset yang semula menyumpal indra pendengarannya. Melihat siapa yang datang Min Hyo hanya tersenyum dan kembali pada buku – buku yang menjadi ‘makan siang’-nya itu.

“Matematika lagi?” Ucap laki – laki yang kini tengah mendudukkan dirinya tepat didepan Min Hyo.

“Mau kuajari?” Tambahnya lagi.

Min Hyo mengarahkan pandangannya menusuk pandangan laki – laki dihadapannya tersebut dan menguncinya. Gadis itu terkekeh begitu menyadari sunbae yang dikenalnya beberapa bulan lalu saat mereka sama – sama mengikuti olimpiade matematika itu nampak aneh.
“Terus terang saja Young Jae sunbae~ ada apa?”
Ucap gadis tersebut seraya meletakkan kaca mata yang selama berjam – jam menduduki tulang hidungnya. Young Jae masih terdiam. Menyusun deretan kalimat yang tepat untuk menyampaikan maksud kedatangannya tersebut. Namun sulit dirasanya. Ia tak tau dari mana ia harus memulai semuanya.
“Sunbae?”
Pancing gadis itu lagi. Manik matanya nampak berbinar seolah menanti dengan cemas apa yang akan terlontar dari bibir sunbae nya itu. Merasa tertuntut, dengan segala keberaniannya Young Jae mulai bersuara

“Min Hyo-ssi…. Kau tau? Kita sudah lama saling mengenal… selama itu juga banyak hal yang kita lewati bersama… Walau kau nampak dingin namun begitu aku tau kau adalah gadis yang baik… Kau yang suka dengan rumus dan angka, kau yang suka dengan Super Junior, kau yang suka dengan jajamyun, kau yang suka dengan telur mata sapi, kau yang selama ini mengagumi ku dan menyimpan beberapa foto ku dihandphone-mu….kau tau? Aku suka kau yang seperti itu…”

Rasanya mata pun tak sanggup berkedip, kaget, terkejut, bahagia juga aneh nampak menyelubungi gadis tersebut. Mulutnya terasa kelu dan tak bisa berucap. Young Jae menjadikannya kesempatan untuk melanjutkan kata – katanya yang dirasanya belum cukup memancing ke-terkejutan sang gadis.

“2 bulan lagi aku harus menjalani masa uji coba di TSentertaiment, aku sudah pernah bilang bahwa aku lulus audisi bukan?”

Min Hyo mengangguk pelan, sangat pelan dan begitu menampakkan kekagetannya.

“Sebelum aku menjadi trainee dan dilarang memiliki hubungan dengan siapapun. Maukah kau menjadi kekasihku dan bertahan bersamaku?”
Min Hyo menelan saliva nya, yang anehnya terasa berat. Dadanya sesak dan penuh. Tak tau apa yang harus ia lakukan selain menarik napas dan mengangguk pelan.

“Apa aku masih kuat?” Ucap Min Hyo pada dirinya sendiri. Sadar bahwa nasib ini terlalu berat dirasanya. Ia mengeratkan coat putihnya dan memeluk dirinya sendiri. Tangannya yang mulai dingin menggosok-gosokan lengannya tak beraturan. Handphone-nya berdering seolah menarik tangan Min Hyo untuk menyelinap masuk ke dalam sakunya untuk mengambil benda yang dirasa mengusiknya itu. Sadar siapa yang menghubunginya, gadis itu menarik nafas dan membuangnya perlahan sehingga menciptakan asap putih tipis yang membumbung tak berarti. “Oppaaaaa!!! Neo eodiya?? Cepat datang! Aku hampir mati kedinginan disini !!”
“…..”
“Oppaaaa!!!! Jawab aku!!”
“Min Hyo-ah….”
Orang diseberang sana mulai berbicara, namun suaranya terdengar parau dan mirisnya terasa seperti sebuah pisau yang mengiris daun telinga gadis itu. Perasaan gadis itu berubah dari kesal menjadi khawatir. Hawa buruk menyelubungi ruang hati Min Hyo.
“Mianhae…. Aku…. Ah, ani…. Maksudku kita…. Kita harus mengakhiri semuanya…”
Langit terasa runtuh, membantu Min Hyo sedih lebih lagi. Tubuh Min Hyo terasa kaku bahkan untuk bernapas pun sulit dirasanya. Namun, Min Hyo bukan gadis lemah. Ia tau ia bukan gadis yang mudah menangis. Ia gadis yang kuat dan mampu melewati segala bentuk masalah yang ada. Tetapi, untuk malam itu ia tak hanya merasa lemah namun ia juga merasa bodoh. Menunggu seseorang yang tidak kunjung datang dan hanya menelphone-nya untuk mengakhiri hubungan mereka. Air mata terlanjur mengalir deras menghiasi pipi merah muda Min Hyo.

“kau tau? Sangat berat untukku mempertahankan hubungan gila ini. Himchan hyung dan Jong Up selalu saja mencoba mengorek informasi tentang kita. Aku yakin kau cukup pintar untuk mengerti semua ini.”
Young Jae laki – laki pertama yang memberikannya bunga mawar kini terasa seperti memberikan durinya. Mawar cantik yang selama ini dijaganya melukai sang empunya. Otaknya tak berhenti mengumpat namun hatinya merengek layaknya seorang bayi yang takut kehilangan sang ibu. Min Hyo seakan tak bisa terlepas dari laki – laki bernama Young Jae. Kebersamaan selama 2 tahun terasa berat dilepasnya. Namun apa daya. Hubungan ini memang terasa sangat berat ia rasa.

3 minggu berlalu sejak Young Jae memutuskan untuk menyudahi hubungannya dengan Min Hyo. Selama itu juga Min Hyo sudah mampu menata kembali perasaanya. Bayang – bayang Young Jae sedikit demi sedikit mulai pudar tatkala ia disibukkan dengan rutinitasnya sebagai seorang mahasiswi. Kabar terakhir yang ia ketahui mengenai Young Jae adalah ia sedang mempersiapkan konser Live On Earth nya yang akan dilaksanakan tidak lama lagi.

Akhir Februari salju masih saja berjatuhan dari langit yang sebenarnya membuat Ilsan sedikit lebih cantik dari biasanya. Nuansa putih yang terkesan bersih menghiasi sepanjang jalan. Namun Min Hyo belum bisa menikmati semua itu, ia masih berada di aula kampus, menyusun agenda – agenda yang akan dilaksanakan beberapa minggu lagi. Kertas nampak berserakan dimana – mana, 2 laptop terkesan belum cukup membantu pekerjaannya yang bisa dikatakan ‘segunung’ itu.

Hanadulssik kkeojyeoganeun bulbit soge Nae mam sogui huimangdeuldo Jogeumssik sarajyeoga… (BAP – With You)

Along with the lights that turn off one by one The hope in my heart disappears slowly as well

Sebuah suara terdengar memenuhi pendengaran gadis itu. Telinga dipasangnya lebar – lebar sekedar memastikan apa yang ia dengar. Perlahan tapi pasti bulir – bulir bening entah mengapa berjatuhan dari pelupuk matanya, bahkan tanpa ia sadari wajah seseorang kembali memenuhi pikirannya membawa kenangan – kenangan lama bagai opera sabun yang direkam dan diputarnya kembali. Ingin marah, menghardik siapapun orang yang memutar lagu ini namun hatinya terlalu lemah untuk mengikuti kemauan sang amarah. Ia terhanyut dalam lantunan melodi dan kata yang tersusun rapi dan memberikan kesan romantisme disana.

Modeun ge meomchwobeorin sesang soge Honja itdago neukkil ttae Nan neoreul saenggakhae

Seulpeun eodum sogeseo nareul jikyeojun Hwanhan misoreul jitdeon neoui moseupdeul Niga itgi ttaemune naega inneun geot gata Neoui modeun geol naega jikyeojulge (With You)

In this world where everything has stopped When I feel like I’m alone, I think of you

You protected me in this sad darkness When you smiled brightly Because of you, I’m here I will protect all of you

Lagu itu masih berputar dan anehnya semakin lama air mata Min Hyo semakin deras mengalir. Dirinya sudah tak terkendali. Ia tak tau apa – apa mengenai apa yang terjadi padanya yang ia tau hanyalah ia merindukan Young Jae, ia membutuhkan Young Jae, ia mengharapkan Young Jae.

Kreeeet…. Pintu aula terbuka perlahan menimbulkan bunyi yang tak mampu menembus indra pendengaran Min Hyo yang dipenuhi lagu With You milik BAP itu. Namun aroma mawar mampu membuatnya berhenti dari kegiatannya semula, kini yang terdengar hanya isakan isakan berat dari bibir Min Hyo. Matanya melihat kearah setumpukan kelopak mawar yang berhamburan terbawa angin dan masuk kedalam aula.

“H…hujan mawar?”

Min Hyo melangkah perlahan kearah pintu yang terbuka. Walaupun penasaran namun ia masih menyimpan dengan rapi perasaan was was nya. Tangannya menyentuh knop pintu kaca itu dengan sedikit perasaan takut. Tepat saat pintu terbuka lebar halaman kampusnya dipenuhi dengan balon – balon juga lampu – lampu taman yang berkelip indah layaknya ia berada di luar angkasa. Melihat keindahan tersebut kakinya terpancing untuk keluar dan membiarkan matanya menikmati lebih lagi. Kini permen – permen berjatuhan tepat dari semak pohon yang menyeruak indah diatas kepalanya. Tak lama 7 orang anak kecil datang dan memberikan permen kapas kepada Min Hyo. Ke-7 anak itu mengenakan pakaian layaknya kurcaci di drama Snow White yang membawa keranjang juga peralatan berkebun lainnya. Min Hyo tau ini bukan sesuatu yang terjadi tanpa disengaja. Seseorang pastilah sudah merencanakan semuanya. Tapi…. Siapa?

Listen babe, i’ll dedicate this song for you. (Intro. BAP – Happy Birthday)

Suara yang berasal dari balik tubuhnya itu, dengan cepat menarik tubuh Min Hyo untuk berbalik arah. Matanya menangkap 6 orang laki – laki yang sedang berdiri membentuk formasi dengan menonjolkan seseorang yang tak asing lg dimata Min Hyo. “Y…young Jae oppa?” Gumamnya guna menegaskan pada dirinya sendiri. Young Jae merekahkan senyumnya dan mulai bergerak maju mendekati Min Hyo

Neomu haengbokhan moseup nae yeope inneun neo Oneureul gidaryeosseo neoui saengireul (Happy Birthday – BAP)

A really happy you, who is next to me I waited for today, your birthday

Wajah Min Hyo berubah tiba – tiba. Kemarahan nampak tergurat disana. “Apa yang kau lakukan!!” Teriaknya pada Youngjae yang tengah mencoba meraih tangan Min Hyo itu. “Mianhae.. Park Min Hyo” Tak menghiraukan hardikan Min Hyo, Young Jae justru mendekap tubuh Min Hyo erat seolah tak ingin melepasnya. Jika bisa, ia ingin menghentikan waktu meski hanya untuk 1 menit saja.

oneul boneun neoui misoga oh neomu neomu nuni busyeo Neol wihaeseo nan jeo byeoreul ttada jugo sipeo

Happy birthday to you Areumdaun nae sarang Baby, only for you Niga isseo haengbokhae Happy birthday to you Oneulcheoreom yeongwonhi Baby, only for you Urin hamkke halgeoya

Your smile that looks at me oh It’s really, really bright I want to pick those stars for you

Happy birthday to you My beautiful love Baby, only for you Because you’re here, I’m happy Happy birthday to you Just like today, forever Baby, only for you We’re going to be together

Lagu itu masih terus berlanjut, dinyanyikan oleh ke-5 teman satu grup Youngjae yang kini tengah mengelilingi Young jae dan Min hyo. Lagu tersebut bagai sebuah soundtrack drama dimana Young Jae dan Min Hyo adalah pemain utamanya.

Meski sempat melawan dan mencoba melepaskan diri, namun Min Hyo tak kuasa menahan rasa rindu Youngjae yang dengan hebatnya menjadikan Youngjae lelaki kuat yang mendekap Minhyo hangat dan erat. Min Hyo luluh, bagaimanapun juga ia merindukan YoungJae, ia menginginkan Youngjae. Hanya Youngjae.

“Park Min Hyo… Katakan jika kau ingin aku berhenti menjadi member BAP. Jika kau menginginkannya, akan aku kabulkan” Min Hyo terdiam. Perang batin mulai terjadi dalam dirinya.

“Min Hyo?” Tuntut Youngjae.

Minhyo justru mencari ruang gerak dalam dekapan Youngjae. Youngjae paham, Min Hyo merasa gelisah. Youngjae semakin mengeratkan kedua lengannya.

“Hajima oppa…”

“Kau tak perlu melakukan yang sejauh itu. Kau disini aku sudah senang. Meski kini kau milik Babyz namun aku tau… Hatimu… Semua milikku bukan?” Youngjae mengangguk, mengecup puncak kepala Minhyo. Minhyo yang merasakan hembusan nafas Youngjae memejamkan mata merasakan semua kebahagiaan ini. Youngjae melonggarkan jarak antara mereka dan menatap wajah Minhyo dihadapannya. Manik mata mereka bertemu dan saling mengunci.

“Nan jeongmal saranghae… Park Min Hyo” Min Hyo hanya tersenyum tanpa menjawab atau mengatakan hal yang sama. Namun Youngjae tau, Minhyo memiliki perasaan yang sama besarnya dengan Youngjae.

“Eo! Oppa… Kenapa kau bodoh sekali! Kenapa lagu yang kalian nyanyikan ‘happy birthday’ ?? Memang siapa yang ulang tahun?” Minhyo menatap semua anggota BAP bergantian.

“Dasar kau! Kau lupa ini hari ulang tahun mu?” Youngjae mentoyor puncak kepala Minhyo. Minhyo meringis dan memegangi puncak kepalanya kasar

“Mwo?!”

“HAPPY BIRTHDAY PARK MINHYO-AAAH”

Permen permen bertaburan diantara mereka, menciptakan aroma manis, semanis perasaan Minhyo yang kini berada diantara anggota BAP yang memeluknya.

Fin

give me your thoughts ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s