FANGIRL SERIES : A Bright Secret 1

Image

Fangirl series : A Bright Secret (I)

Cast :

Jung Dae Hyun as Jung Dae Hyun
Jung Seo Mi (OC)

Genre : Fangirl’s Romance
Length : Two-Shoot  | words : 1,105
Rate : PG-15

Kau duduk dipinggir sungai Han. Memandangi pemandangan malam yang indah, lampu – lampu kota dan kendaraan di jalanan bias dan bercampur dengan embun hujan. Menyisakan sebuah gambaran indah bak lukisan. Kau duduk sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tanganmu berlawanan arah. “lama sekali” gumammu seraya meniup – niup kan tanganmu itu. Dingin masih merusuki tubuhmu. Kau pun mengeratkan jaket merah yang dibalut rompi hoodie biru mu dan memakai capnya menutupi sebagian kepalamu. “dingin eoh?!” kau tersentak tiba – tiba saja seseorang memeluk tubuhmu dari belakang. “hyak! Neo nugunde?!” kau memberontak namun ia malah mengeratkan pelukannya. “aku adalah seseorang yang ingin minta maaf padamu karna terlambat” ia melepaskan pelukannya, hal ini kau manfaat kan untuk melihat wajahnya. Ia masih memakai kacamata hitam dan masker hitam yang berhasil menutupi wajahnya dan membuat orang lain tak mengenalnya. Namun tidak denganmu. Kau mengenalnya bahkan hanya dengan mendengar suaranya saja. “oppa! Kau tidak tau eoh ? aku hampir mati kedinginan disini !! kenapa susah sekali untukmu bolos latihan sekali saja!” omelmu tak karuan. Ia hanya tertunduk. “hyak! Dae Hyun oppa! Sungai Han ini jauh dari rumahku! Ini sudah malam! Kau tega membiarkanku yang masih sekolah ini pulang begitu la…” ucapanmu terpotong. Telunjuk Dae Hyun yang telah mendarat indah dibibirmu seolah mengunci rapat – rapat kalimat demi kalimat yang ingin kau ucap. Dae Hyun mencondongkan tubuhnya kearahmu, ia mendekatkan kepalanya. Kau yang mengerti pun menutup matamu tak kuasa melihat bintang didepanmu itu. “Jung Seo Mi! Jung Seo Mi!” kau mengacuhkan panggilan itu. Tak ada sedikitpun rasa penasaran dibenakmu. Kau masih menunggu Dae Hyun. “JUNG SEO MIIIIII !!!”

“aaa! Ne!  ne! ada apa? Jangan menggangguku! Aku sedang sibuk!!“ teriakmu seraya membuka mata. Keheningan tercipta. Kau melihat sekeliling. Siang hari, bukan di sungai Han dan tidak ada Dae Hyun. Yang ada hanyalah seorang guru berusia setengah abad tengah menaikkan kacamata nya dan menatap mu lekat – lekat. “P..P..Pa..Park seongsanim?” “Ne! aku Park Seongsangnim! Guru matematikamu. Maaf bila aku mengganggu waktu tidurmu! Kau boleh lanjutkan mimpimu itu diluar kelas!” omelnya didepan matamu.berkali – kali kau mengelap wajahmu yang terlanjur basah terciprat air dari mulut seongsangnim-mu itu. Bahkan kau menahan rasa mualmu karna bau yang tidak sedap darinya. Kau bahkan tak mendengar dengan baik apa yang guru mu ucapkan karna terlalu sibuk dengan wajahmu dan hidungmu. “n..ne?” tanyamu lagi. Guru mu itu menarik nafasnya dalam-dalam dan memanyunkan bibirnya yang berwarna sangat merah. “KE-LU-AAAAARRRRRR!!!!” kau menutup telinga mu. Kau mengerti. Ini sudah kesekian kalinya  kau tidak mengikuti pelajaran Park Seongsangnim karna tertidur didalam kelas. Kau keluar dengan berat hati “aish~ ada apa ini? Kenapa belakangan ini aku selalu bermimpi yang tidak – tidak” keluhmu.

oOo

Dae Hyun adalah salah satu member dari boygroup idol. BAP. Kau adalah seorang Babyz dan sangat menyukai Dae Hyun. Kau selalu ingin bertemu dengan Dae Hyun. Namun jarak antara Seoul dan Busan, Tempat mu tinggal sangat jauh. Kau tidak mungkin pergi kesana sendiri sedangkan kau masih seorang pelajar. Kau hanya bisa merutuki nasibmu sendiri.

Kau membanting tubuhmu kasar ke permukaan tempat tidurmu. Kau raih boneka Teddy berwarna putih disampingmu. Kau pun memeluknya dalam – dalam dan menenggelamkan wajahmu disana. “dia kan hanya seorang yang aku idolakan. Tapi mengapa hanya ber-imajinasi serta bermimpi tentangnya saja membuat jantungku hampir meledak?” matamu mengarah pada deretan poster yang terpampang rapih di atas dinding birumu. “oppa~ apa aku bisa bertemu denganmu?” gumammu seakan sedang berbicara pada poster tersebut. Kau berdiri dan berjalan kearah poster – poster itu. Kau mendekatkan wajahmu dan mencium wajah orang yang terpasang disana. “Dae Hyun oppa~ nan saranghae.. “ ucapmu dan mencium poster itu lagi.

oOo

                “GYAAAAAAAA!!!!”
“museun iriya?! Hyak! Jung Seo Mi! neol mwoya?”
kau menarik nafasmu dalam – dalam mempersiapkan diri menjawab eomma-mu.
“ah! A..ani.. nan gwaenchannasseo eomma~ mianhae…”
“jinjja?” “ne! JIIIINJJA !!”
“geurom. Cepat berangkat sekolah. Ini sudah siang!”
“NEEEEEE~”

Kau melangkahkan kakimu dengan cepat. Kau tau ini sudah sangat siang. Kau tidak ingin terlambat untuk kesekian kalinya. Kau sangat sering terlambat dan hampir terlambat. Itu semua terjadi karna kau selalu mengikuti perkembangan Dae Hyun serta BAP setiap malamnya. Oleh karena itu kau juga selalu bangun siang.

“apa – apaan artikel pagi tadi itu?” kau kembali dengan smartphone-mu dan ber-surfing ria. Saat ini kau sedang membaca ulang artikel yang kau baca pagi tadi.  TS memberikan liburan untuk BAP dan membebaskan mereka berpergian kemanapun yang mereka suka. Namun tak satupun dari mereka yang berencana kembali ke kampung halaman. Padahal hal ini adalah satu – satunya kesempatan bagimu untuk bertemu dengan Dae Hyun. “kenapa harus ke Paris? Aiish~ disana perempuannya cantik – cantik!!” kesal mu memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi saat Dae Hyun berlibur di Paris.

Kau men-stroll kan layar handphone-mu ke atas. Kau menemukan sebuah foto Dae Hyun yang menggunakan hoodie merah dan sedang menggendong seekor kucing, focus  dengan hal itu kaupun memperlambat tempo berjalanmu. “tak peduli dengan terlambat! Aku melihat sesuatu yang menakjubkan!” fikirmu saat itu. Kau melompat – lompat tak karuan saat kau melihat foto Dae Hyun yang diambil saat ia sedang perform dipanggung Live On Earth-nya di Korea. Wajahnya nampak serius bernyanyi di part tinggi matanya terpejam menampakan banyak garis disekitar matanya. Leher dan keningnya dipenuhi dengan keringat yang membuat si Busan Wonbin tersebut nampak lebih Macho dan Tampan. Kau kembali melonjak kegirangan melihat kumpulan foto – foto Dae Hyun. Sehingga tanpa sengaja kau menabrak seseorang sangat kencang hingga kau dan orang tersebut terjatuh.

“a!” jerit orang yang ditabrakmu itu tertahan. Dari suaranya kau bisa tau dia seorang namja. Kau yang sadar akan hal itu pun cepat – cepat bangkit. Bermaksud untuk meminta maaf. Namun…
namun rambut mu tersangkut di kemeja namja itu. “aish!” desah mu. “apalagi iniiiiii” kau berteriak dalam hati merutuki nasib buruk yang menimpa mu itu. “j..jweisonghamnida! a.. aku akan segera melepaskannya” dengan terburu – buru kau mencoba melepaskan rambutmu dari kancing kemeja putih namja itu. Kau tidak berani melihat kearah wajahnya, kau hanya mampu menunduk dan berkonsentrasi pada rambutmu. “apa kau tidak bisa lebih cepat sedikit nona?” suara namja tersebut membuat kau semakin panik dan ketakutan. Namun rambutmu sama sekali belum berhasil ditaklukan masih bersarang di kancing tersebut. Frustasi akan hal itu akhirnya kau menarik kuat rambutmu. “hyak apa yang kau lakukan?” Tanya namja tersebut saat melihat aksimu yang sedang menarik rambut hitam panjang yang sedang kau gerai hari itu. “aku sedang mencoba” jawabmu masih bersusah payah menarik. “uuuuugh~” Bingo! Rambutmu berhasil terlepas namun tak hanya itu, ternyata kancing kemeja namja tersebut juga ikut terlepas! Kancing kemeja nomor 2! Kau pun panik bukan main. Kau tidak tau apa yang harus kau lakukan. “bawa aku kerumahmu” kau terdiam. Meski tak yakin namun kau tau namja tersebut serius, terlihat dari tautan di alis matanya. Namja itu pun melihat kearahmu lekat – lekat dari balik kaca mata hitam yang ia kenakan saat itu. “palli” seru namja itu lagi membuatmu tak tau lagi harus berbuat apa.

To Be Continued…

RCL dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi autan. gamsahamnida ^^

give me your thoughts ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s