FANGIRL SERIES : A Bright Secret 2

Image

Fangirl series : A Bright Secret (II)

Cast :

Jung Dae Hyun as Jung Dae Hyun
Jung Seo Mi (OC)

Genre : Fangirl’s Romance
Length : Two-Shoot  | words : 1,603
Rate : PG-15

preview

“bawa aku kerumahmu” kau terdiam. Meski tak yakin namun kau tau namja tersebut serius, terlihat dari tautan di alis matanya. Namja itu pun melihat kearahmu lekat – lekat dari balik kaca mata hitam yang ia kenakan saat itu. “palli” seru namja itu lagi membuatmu tak tau lagi harus berbuat apa.

oOo

“mi…mian.. g..geunde… geunde aku… aku harus sekolah!” kau memberanikan diri meluruskan pandanganmu menatap namja berpakaian aneh didepanmu tersebut. Namja itu mengenakan kaca mata hitam besar dan menggunakan masker abu – abu yang menutupi bagian bawah wajahnya. Menyisakan hidung nya, satu – satu nya bagian wajah yang di-ekspose nya. Tiba – tiba kau teringat sesuatu. Mimpi mu yang beberapa hari belakangan selalu kau mimpikan. Orang tersebut mirip sekali dengan Dae Hyun dimimpimu. Kau menatap keseluruhan namja itu seksama. Ya, kau sangat yakin. Namun, seolah tak ingin berharap lebih kau pun mencoba menepis nya. “tidak mungkin… tidak mungkin…” gumammu seraya menggeleng – gelengkan kepalamu pelan. Namja itu pun hanya berdecak heran melihat perilakumu.

“sudah ya ahjussi. Aku sedang terburu – buru” kau tak mau terlarut dalam fantasi-mu yang hanya akan membuat mu kecewa pada akhirnya. Sehingga kau memutuskan untuk segera berdiri dan melangkah pergi namun namja itu menahan mu. “aku tidak mengenakan baju dalam. Aku hanya mengenakan jaket dan kemeja ini. Jika kancing nomor 2 kemeja ini terbuka angin musim dingin bisa membuatku mati dengan cepat” kau menutup mulutmu. Namja itu benar. Dia akan kedinginan jika kau membiarkannya seperti itu. Kau pun mencoba mencari jalan keluar.
“lagipula ini sudah pukul 10 pagi. Apa sekolah mu itu sekolah bebas?” spontan kau mengangkat handphone-mu dan melihat jam digital di layarnya. Benar! Sudah pukul 10 lewat!
kini kau tak memiliki alasan lain. Tidak ada yang bisa kau lakukan selain membawanya kerumahmu.

oOo

cklek!

Kau membuka pintu rumah mu hati – hati. Takut jika eomma –mu tau kau tidak sekolah.
“hey! Ini benar rumahmu kan?” Tanya namja itu mengagetkanmu.
“ne! tentu saja!”
“tapi kenapa kau harus masuk sambil menyelinap begitu? Aku tak ingin dianggap pencuri!”
kau hanya mendesah panjang. Kau benar – benar tidak ingin tertangkap basah oleh eomma-mu terlebih lagi kau membawa seorang namja kerumah. Habislah kau jika eomma-mu menemukanmu dalam keadaan seperti itu.

Dengan hati – hati kau menaiki satu persatu anak tangga kayu yang langsung terhubung dengan kamarmu, satu – satunya ruangan yang ada dilantai atas. Setibanya diatas kau segera  membuka pintu kamarmu dan menguncinya dari dalam.
“haaaah~” kau melenguh lega begitu juga dengan namja disampingmu.
“ahjussi! Buka kemeja mu! Akan aku jahitkan kancing yang baru” namja itu hanya diam. Ia sibuk menyapu pandangannya menatap setiap sudut ruangan kamarmu.
“ahjussi?” kau menyentuh pundaknya hati – hati. Ia tersentak dan segera mengalihkan pandangannya kearahmu.
“aku tak menyangka aku se-populer ini” perlahan lahan namja itu membuka kacamata hitam dan masker nya. Pertama – tama ia membuka kacamata hitam nya. Tampak sebuah mata yang tajam dan indah disana. Entah mengapa kau terpaku melihatnya. Setelah itu ia melepas maskernya dan saat itu juga kau mengetahui bahwa dia adalah DAE HYUN YANG KAU SUKA!!
“GYAAAAAAA!! Mmmmph!!” teriakan kaget mu itu langsung terhenti saat telapak tangan Dae Hyun tengah menutupi seluruh mulutmu yang semula terbuka lebar. Kau meronta dan memintanya melepaskan mu. Ia pun menarik tangannya perlahan. Kau menarik nafas dalam – dalam dan
“GYAAAAAA!!!!” berteriak lagi. Kini Dae Hyun tak bisa menghentikan mu karna kau menghindarinya dan melompat keatas tempat tidur mu.
“TEDDYYYYYY!!! AKU TIDAK TAU JIKA MIMPI BISA MENJADI KENYATAAN!! GYAAAA!! MULUTKU !! MULUTKU DISENTUH OLEH DAE HYUN !! GYAAAAA!!!!”
“Seo Mi!! tok!tok!tok! Seo Mi?! apa kau didalam?!”
kau tidak peduli lagi jika harus mendapat omelan dari ibumu. Kau seperti mendapatkan jackpot musim dingin!
“neeee!! Aku tidak sekolah eomma! Aku terlambat!” kau kembali melompat – lompat diatas tempat tidur mu. Dae Hyun yang sedari tadi diam hanya hanya bisa tertawa kecil melihat perilakumu.
“dasar anak bodoh!” terdengar umpatan dari eomma-mu dan suara tangga. Itu artinya eomma-mu sudah pergi. Kau tersenyum lebar.
kau segera terdiam saat matamu tertuju pada Dae Hyun yang sedang tersenyum itu. Kau membalas senyumnya malu – malu.
“bagaimana dengan kemeja-ku?!” Tanya nya menyadarkan mu. Kau pun segera bangkit dan meraih laci meja belajarmu tempat kau menyimpan segala macam barang.
“mian. Aku terlalu bahagia. Kau lepaskan dulu kemeja mu dan ambil saja bajuku di sana. Aku suka memakai kaus yang berukuran ekstra besar. Jadi kuyakin banyak yang bisa kau pakai. Aku keluar dulu kau gantilah pakaianmu sementara” sambil meletakkan alat jahit mu diatas tempat tidur kau member instruksi pada Dae Hyun untuk mengenakan pakaian mu sementara. Kau pun segera keluar kamar memberi kesempatan pada Dae Hyun untuk mengganti pakaiannya.

Tak lama Dae Hyun pun memanggilmu dan kau pun segera masuk. Kau kembali mengunci pintu kamarmu. “ini” Dae Hyun memberikan kemejanya padamu dan duduk disamping mu memperhatikanmu yang sedang menjahit. “kau lucu sekali” gumamnya tiba – tiba. Membuat wajahmu memerah dan kau pun tidak berkonsentrasi pada jahitanmu sehingga “auw!” tangan mu terkena jarum jahitnya.
“neol gwaenchanna?” Dae Hyun segera menarik tangan-mu melihat telunjukmu yang masih mengeluarkan darah meski hanya luka kecil namun kau membuatnya menjadi seolah – olah luka yang besar. “ani! Appoooo~” rintihmu dibuat – buat. Kau ingin ia menyedot luka-mu seperti apa yang sering kau lihat di drama. “eeeeey! Mana mungkin ini hanya luka kecil tidak mungkin sesakit itu!” Dae Hyun melepaskan tanganmu dan mengambil sapu tangan di saku celananya. “pakai ini. Aku takut kemeja ku terkena darah” lanjutnya lagi. Kau pun hanya terkulai lemas dan kembali focus menjahit.

oOo

                Dae Hyun tertidur. Sudah sedari 2 jam yang lalu. Kau tidak ingin membangunkannya. Kau ingin ia berada dikamarmu lebih lama lagi. Kau memandang wajahnya dengan seksama. Mengagumi indahnya ciptaan Tuhan didepan matamu itu. Tanpa sadar tanganmu sudah berada di permukaan wajah Daehyun. Menyentuhnya. Mata nya indah, bulu matanya yang tidak begitu lentik namun cukup cantik bagi seorang laki – laki, alis matanya yang membuat pandangannya terlihat tajam, hidungnya yang bangir dan bibirnya yang tebal. Semua hal itu yang awalnya kau rasa tak mungkin untuk kau lihat secara langsung kini justru bisa kau sentuh. Kau kini meng-iyakan kata – kata “tidak ada yang tak mungkin didunia ini” kau tidak akan pernah berhenti berharap untuk apa-pun lagi mulai hari ini.

Sepertinya Dae Hyun mulai merasakan ada sentuhan aneh di wajahnya. Perlahan – lahan ia membuka matanya. Ia segera tersenyum lebar saat melihat mu berada di depan wajahnya malu – malu. Bahkan kini kau tidak menyadari bahwa wajahmu sudah sangat merah lebih merah dari kepiting rebus. Dae hyun tidak berhenti tersenyum dan menatap mu. Kau pun memberanikan diri mempertemukan matamu dengan matanya. Tak perduli jantung mu yang mulai ingin melompat keluar kau ingin menikmati sensasi ini. Suatu hal yang belum tentu akan terjadi lagi. Deg deg deg… kau menyentuh dadamu. Mencoba merasakan detak jantungmu yang bahkan kau merasa itu adalah suara detakan jantung terindah . perlahan Dae Hyun bangkit dan mendekatkan wajahnya ke wajahmu. Kau memejamkan matamu perlahan. Dae hyun mulai menarik nafasnya
“aku lapar!” ucap Dae Hyun yang secara tak kasat mata telah merubuhkan dinding fantasi mu. Kau malu karna tertangkap basah mengharapkan lebih.
“temani aku makan!” Dae hyun melebarkan senyumnya. Kau pun tak kuasa menolak dan mengajaknya keluar rumah. Beruntunglah eomma-mu tidak ada sehingga mudah untukmu membawa Dae Hyun keluar.

oOo

                kau membawa Dae hyun ke warung ramyun didekat sekolahmu. Dae Hyun Nampak tak keberatan pergi ketempat seperti itu bahkan Dae Hyun hanya mengenakan kacamata hitamnya saja, sepertinya ia memang merindukan masa – masa sebelum ia menjadi idola. “oppa! Kenapa kau kesini? Bukankah kau bilang kau akan pergi ke Paris?” Tanya mu mencoba memecah keheningan. “ne! aku merindukan kampung halamanku. Aku juga ingin pergi kerumah eomma-ku. Setelah makan aku akan segera kesana” kau kecewa. Ini adalah menit – menit terakhir kau bersama namja yang kau anggap sempurna itu. Kau melahap ramyun mu dengan tidak bersemangat berbanding terbalik dengan Dae Hyun yang kini tengah menyantap mangkuk ramyun ke-5 nya. “ke 5?!” matamu membelalak. Benar! Ia sudah 5 kali nambah! Kau tertawa melihatnya seperti itu. Kini bibir Dae Hyun terlihat semakin tebal dan memerah, wajahnya pun begitu. Keringat sudah memenuhi wajahnya. Sepertinya jaket sudah tidak diperlukannya lagi. Dae hyun berhenti menyantap ramyun nya dan menatap mu yang sedang tertawa. Tatapannya begitu dalam dan menenangkanmu. “kenapa tidak makan? Nanti dingin” Dae Hyun menunjuk mangkuk ramyun mu yang ternyata masih penuh. Kau pun menunjukkan deretan gigimu dan melahapnya.
“kalaupun ia pergi itu bukan hal yang buruk. Setidaknya kau sudah beruntung bisa sedekat ini dengannya Seo Mi” ucapmu pada dirimu sendiri.

oOo

                “haaaaah” Dae Hyun menepuk – nepuk perutnya pertanda ia sudah kenyang. Kalian berdua keluar dari warung tersebut dan berjalan menuju halte. Sepanjang jalan kalian hanya diam. Sibuk pada fikiran kalian masing – masing.
“hey!” Dae Hyun menghentikan langkahnya diikuti oleh mu.
“jangan beritahu siapapun ya jika makanku banyak” ucapnya dengan wajah yang sulit dideskripsikan. Namun itu terlihat sangat lucu. Kau tertawa. “semua orang juga sudah tau makanmu banyak” ucapmu dalam hati namun tidak mungkin kau keluarkan. Kau pun mengangguk pertanda ‘iya’
“janji ya! Ini rahasia!” aku mengangguk.
“jangankan makanmu yang banyak. Semua yang terjadi hari ini antara aku dan kau juga tidak akan kuberitahukan pada siapapun. Hanya akan menjadi rahasia ku, kau, dan Tuhan. Rahasia ini akan menjadi rahasia yang paling bersinar” kau menatap punggung Dae Hyun yang sedang berlari menuju halte dan menghampiri bis yang sudah berhenti disana. Bis itu berjalan melewati mu. kau bisa melihat dengan jelas Dae Hyun yang sedang berjalan mencari tempat duduk yang kosong. Sepertinya ia tidak melihatmu.
kau pun pulang dengan perasaan yang kau sendiri sulit mengartikannya.
bagaimana pun juga kau itu memang hanyalah seorang fans. Tidak seharusnya berharap lebih. Namun bukannya tidak mungkin juga kau akan bertemu dengan nya lagi dan menjadi sepasang kekasih. Tentu saja, kau tetap menepisnya. Setidaknya kau sudah memiliki kenangan yang belum tentu dimiliki oleh fans lainnya. Atau jangan – jangan pernah ada juga fans yang mengalami hal seperti ini?
“aaah! itu bukan hal yang tidak mungkin!” jawabmu yakin.

END

Komen, kritik, saran / like sangat dibutuhkan untuk memotivasi author. Terimakasih telah membaca ^^

One thought on “FANGIRL SERIES : A Bright Secret 2

give me your thoughts ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s