FF : Memory To Forget

Gambar

Memory To Forget by Lily Hana/ Jung Hana

Genre : Brothreship, Sad (gagal kali../?)

Cast :

Cha Sunwoo (BARO) and Lee Junghwan (SANDEUL)

Disc : Ini inspirasi dari orang orang amnesia, ff, dan lagu yang saya temui. Jadi kalau ada kesamaan, mohon maaf, Itu tidak disengaja. ~(‘-‘)~ Hope you Enjoy!

(Sudut pandang Baro)

*

Kau tau? Ini sangat menyebalkan melebihi apapun!!

“Oh Baro, kau kenapa?”

“Baro hargai aku sedikit, bisa?”

“Baro!! Aku akan menghabiskan makananmu!”

“Baro bawakan aku air!”

“Baro! Nonton Tooniverse bersamaku yuk!”

“Baro, kau mencuri snackku ya?!”

“Baro jelek! Kau harus membereskan kamarmu, arra?”

“Barooooooooooooo!!!”

Dan aku selalu menjawabnya dengan “ANIOOOOO!”

Bukan hal itu saja yang menyebalkan!

Satu hal yang sangat menyebalkan dan sangat menjengkelkan. Dan, yah…

Yaitu ketika seorang LEE JUNGHWAN melupakan namaku dan melupakan semua sejarah yang ada diotaknya.

“Kau siapa?” Sandeul menatapku bingung ketika aku datang menjenguknya dirumah sakit.

KAU TAU SANDEUL, DUA KATA ITU MEMBUAT JANTUNGKU HAMPIR BERHENTI BERDETAK!! TIDAK, BUKAN 2 KATA ITU! EKSPRESIMU ITU SANDEUL AH!!!

“Sandeul, berhentilah bercanda.” Sebenarnya aku tak sopan sekali tanpa memanggilnya dengan kata ‘hyung’. Toh kita terpisah hanya beberapa bulan saja.

“Namaku Sandeul?” Tanyanya kemudian. “Kau lebih tua dariku ya? Boleh aku panggil kakak?”

Kakak?! Hei dia kenapa?

“Kau ini kenapa Sandeul-ah?” Tanyaku heran. Aku menyentuh keningnya dan dia memukulku.

“Kau ini tak sopan sekali. Kita baru pertama bertemu!” Apa apaan ini? Hei, apakah ini sebuah acara program tv dan aku dikerjai?

“Baru pertama bertemu katamu?! Aku ini adikmu. Adik kesayanganmu. Kita telah kenal lama dan- oh, kau benar tidak ingat aku?!” Suaraku agak meninggi dan kulihat dia agak takut dan agak menjauh dariku. “Maaf aku terlalu kasar.”

“Aku benar-benar tidak mengenalimu. Aku serius!” Dia berkata, “Kau bilang kau adikku, kenapa kau tidak panggil aku dengan sebutan hyung?!” Oh astaga! Aku ketahuan. Dia cukup cerdas juga mencerna kata-kataku barusan.

“Hehehe.. maaf hyung. Oke, coba aku tes. Siapa saja orang yang kau kenal didunia ini. Setidaknya sebutkan teman dekatmu..”

“Ngggg, Kau dan…. Sepertinya hanya kau.” Ucap Sandeul polos.

“Bahkan dokter yang menanganimu kau tak tau?!” Ucapku agak tersentak. Sandeul menggeleng.

“Sandeul!! Kau serius?” Tanyaku lagi.

“Iya kok.”

“Kau Amnesia?!”

“Amnesia?! Mana mungkin aku amnesia? Lihat! Aku saja tau apa amnesia itu.” Jelas Sandeul.

“Kau ini, sudah! Kau diam saja disini! Aku akan panggil dokter secepatnya! Tunggu ya!!!” Aku berlari keluar ruangan itu.

*

“Dia mengalami Anterograde amnesia.” Aku mengulang kata-katanya ‘Anterograde…..’ bukankah itu lupa ingatan tingkat parah yang hanya mengingat selama sehari saja? Dan penyakit itu… Tak bisa sembuh dengan operasi?!

“Itu artinya, dia tak bisa sembuh dari penyakit itu?” Kataku gugup.

“Tepat sekali!”

Oh Lee Sandeul….

Aku berjalan lemas keluar koridor rumah sakit sambil mendorong kursi roda yang ditempati manusia yang sedang bermain gelembung sabun. Kami menuju taman rumah sakit.

“Dapat dari mana gelembung sabun itu?” Tanyaku. Mencoba mengetes kembali apakah dia benar benar amnesia atau tidak.

“Aku menemukannya dilaci nakas. Mungkin ruangku dulu ditempati anak kecil hehe.” LSD Hyungku yang kekanakan, itu memang milikmu bodoh! Tidak, dia tidak bodoh. Akulah yang bodoh! Mengatai Hyungku yang amnesia ‘bodoh’. Oh itu sungguh tak masuk akal Baro! Kau sepertinya tak terima dengan penyakit itu. Tapi wajarkan kalau orang yang disayanginya terkena dampak Amnesia sialan itu dan tak terima? Tapi tetap saja kau bodoh Baro! -,-

“Oh iya tebak, namaku siapa?” Tanyaku lagi.

“Sunwoo, bukan?” Katanya. Pandangannya tak teralihkan dari gelembung mainan sialan itu. Sialan? Sepertinya kau harus banyak istirahat Baro.

“Kau masih ingat aku??” Aku menatapnya berbinar-binar.

“Ya ingatlah.. Dokter itu memanggilmu Sunwoo-ah tadi.” Shut up Sandeul! Menyebalkan kau!

“Oh iya, coba kau ingat lagi, dulu kau memanggilku apa?” Sandeul mengangkat kedua bahunya.

“Entah..”

 

ARGH!! INGIN KU HAJAR ANAK INI!!! INGIN KU HAJAR JUGA PENYAKITNYA!! MENYEBALKAN KAU! Mungkin setelah ini aku akan divonis darah tinggi karena terlalu banyak marah-marah. Oke aku terima..

“Sandeul hyung, kau ternyata benar benar amnesia. Argh.. aku tak habis pikir! Kenangan masa kecil kita sampai sekarang sangatlah banyak! Bagaimana ini?”

“Membuat Kenangan lagi!!” Ucap Sandeul semangat.

“Percuma. Yang ada hanyalah kenangan dalam sehari.”

“Maksudmu, besok aku akan meninggal, begitu?”

“Bukan begituuuuuu!!! Berpenyakit Amnesia seperti ini, otakmu masih mampu berpikiran panjang ya? Dengar! Kau mengidap ‘Anterograde Amnesia’ kau hanya ingat sekarang, besok kau akan lupa padaku lagi. Dan lupa dengan penyakin sialan itu!”

“Mengapa kau menyebutnya sialan? Bukankah dia tak salah apa apa?” Sepertinya aku harus mengisi ulang kesabaranku sekarang juga. -_-

“Aku benci dia! Karenanya, kau akan melupakanku. Bahkan besok aku hanyalah orang asing bagimu.” Ucapku sedih. Jujur saja, rasanya aku ingin menangis meraung-raung sekarang. Meratapi nasib yang sebenarnya bukan di jatuhkan untukku. Oke, ini lebih menyakitkan dari itu.

Ketika seseorang yang kau sayangi melupakanmu?

Oh, Its more hurt than being stabbed sword..

.
.
.

“Buatkan aku kaset rekaman, dan siapkan beberapa kertas!”

“Eh? Untuk apa?”

“Jika besok aku benar-benar lupa, kan bisa nonton dikaset. Jadi kau tak perlu capek-capek memperkenalkan namamu, keluargaku, dan penyakitku itu.” Jelas Sandeul yang MASIH meniup gelembung sabun. Kalau boleh jujur, LSD memang jenius sebelum datangnya penyakit ini. Amnesia saja masih jenius. Yaa meskipun dia kekanakan.

Kau bersyukur Sandeul! Aku memujimu barusan!

Meski dalam hati -_-

“Yasudah aku akan memberitahu kakakmu nanti.”

“Aku punya kakak?! Hei, kita berapa bersaudara?”

“Hanya 2 kok, kau dan kakakmu itu.”

“Lalu kau? Katanya kau adikku?”

“Aku hanya sahabatmu, tapi karena kau lebih tua, jadi aku sudah menganggapmu sebagai kakak kandung.”

“Wah, sedekat itu kah kita?”

“Sangat dekat. Sejak kecil kau selalu bermain denganku.”

“Aku jadi ingin kembali dimasa dimana aku masih mengingatnya.” Ku pastikan sekarang bahwa raut wajah Sandeul sedih.

“Aku akan mengingatimu. Oke?” Hiburku. Aku tersenyum manis walau aku juga merasa sedih.

“Hehe iya.” Sandeul menghapus air matanya. Apa? Dia menangis?!

Aku berlutut didepannya. “Jangan menangis. Aku selalu ada disini Sandeul hyung!” Tak sadar aku juga menjatuhkan air mataku. Dasar bodoh!

“Kau juga menangis..” Menyebalkan! Sekarang dia malah tertawa.

“Hiks.. hiks..” Aku sulit berhenti menangis. Laki-laki cengeng!! Bukankah tak apa-apa jika orang yang kau sayangi divonis amnesia anterograde dan kau menangis sejadi-jadinya, seakan kau yang mengalaminya? Seperti yang ku bilang tadi, Its more hurt than being stabbed sword. Aku tak peduli kami berdua diperhatikan orang banyak.

“Sudahlah! Aku yang mengalaminya, kenapa kau yang menangis?”

“Karena kau sahabatku.” Ucapku sesak. “Lebih menyakitkan daripada yang kau rasakan!”

“Ingin kupanggilkan dokter?” Tanya Sandeul. Sekali lagi kuucapkan terimakasih untukmu Sandeul, kau banyak membantu. Termasuk memanggilkan aku dokter disaat seperti ini. -_-

“Tidak usah. Aku tidak sakit fisik maupun jiwa. Tapi batinku yang sakit.”

“Kupanggilkan dokter batin kalau perlu.”

“Maksudmu Perempuan? Aku sedang tak jatuh cinta.”

Pintar! -_-

“Yasudah.. Kau tidak ingin pulang?” Tanya Sandeul.

“Tidak. Aku akan menjagamu disini.”

“Memangnya aku anak kecil, huh?” Aku tau, dalam hatinya dia takut sendirian.

“Memang! Kau itu selalu minta kujagai setiap kau home-alone!”

“Hanya Home-Alone?”

“Setiap kau membeli Ice cream di depan rumahmu juga. Padahal jaraknya juga bisa dihitung dengan penggaris 100 cm.”

“Mana ada penggaris 100 cm?”

“Ada! Aku punya dirumah!”

“Benarkah? Kapan-kapan aku akan melihatnya! Ingatkan aku untuk itu!” Nah kan, sifat ingin taunya masih ada. Tak apa jika takdir tuhan berkata demikian, setidaknya sifat asli Sandeul dan dia tak meninggalkanku itu saja sudah cukup. Aku sangat sangat menyanyanginya sebagai kakak.

-END-

Maaf ya ceritanya agak ngegatung. Soalnya saya buat ff ini dari jam 12 sampek jam 2 malem /liat jam/ Aku udah oversleepy berat tingkat akut/? wkwk.

Sekali lagi maaf, aku baru baru ini post, hiks mianhae😥 . Kritik dan saran ditunggu untuk ff ini!

Terimakasih ‘-‘)~ /tebar kisseu/?

About matcha

siapa sih matchacino? || Amateur writer, amateur editor, ya pokoknya masih amateur || 99liner gaiz.

2 thoughts on “FF : Memory To Forget

  1. Saengi-yaaaa~~ ini ini ini aaaaak suka banget masaaaa😄 saeng calon penulis hebat! saran eon, sering – sering baca ff di IFK hehehe taulah disitu gudangnya author-author super yg punya sejuta gudang diksi🙂 pokoknya eon udah jatuh cinta sama ceritanyaaaaa :3

    • Yah aku malah seringnya di fanfiction net😄 . Okelah aku baca-baca lagi nanti wkwk. Padahal ini ide selewat lagi ngantuk-ngantuknya/? Hoho makasih udah komen eon. Aku terharu😄

give me your thoughts ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s